Selama lima bulan, para siswa menjalani pendidikan intensif di SPN Polda NTT yang melibatkan 95 tenaga pendidik dan 18 pengasuh.
Dengan kurikulum yang dirancang Lemdiklat Polri, mereka telah menempuh 1.200 jam pelajaran mencakup pembentukan karakter Bhayangkara, pembekalan profesi kepolisian, hingga pelatihan lapangan. Seluruh siswa dinyatakan lulus dengan kualifikasi “Baik”.
Dalam amanat yang disampaikan Kapolda NTT, mewakili Kalemdiklat Polri, para lulusan diingatkan tentang panggilan mulia menjadi polisi.
“Polisi adalah penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Tugas ini membutuhkan moralitas, profesionalisme, dan kecerdasan untuk melayani masyarakat,” tegasnya.
Beliau juga menggarisbawahi pentingnya integritas dalam bertugas.
“Jangan melakukan hal-hal kontra produktif seperti pemerasan atau mendukung kegiatan ilegal. Jadilah teladan dalam kejujuran, keadilan, dan pengabdian bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Kapolda berharap para lulusan ini terus belajar dan berkembang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
