Ia berharap Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga, segera memberikan kepastian terkait status tuan rumah PON 2028.
Kepastian tersebut sangat dibutuhkan agar daerah dapat fokus menyiapkan sumber daya manusia, pembiayaan, serta pembangunan fasilitas pendukung.
Wagub Johni menegaskan bahwa NTT–NTB tetap membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, terutama dalam pembangunan infrastruktur olahraga.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa NTT akan memanfaatkan seluruh fasilitas olahraga yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Daratan Timor, Sumba, hingga Flores, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh KONI Pusat atau PB PON.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi NTT juga telah melakukan koordinasi dengan KONI Pusat serta melaksanakan studi tiru ke Provinsi Jawa Barat, tuan rumah PON XIX Tahun 2016.
“Studi tiru ini mencakup aspek pelaksanaan, organisasi, prestasi, hingga dampak ekonomi. Harapannya, PON 2028 di NTT–NTB nantinya tidak hanya sukses secara olahraga, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Johni Asadoma, mantan atlet tinju asal NTT.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
