tv-beritakota.com, BELU, NTT – Ketergantungan Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap pasokan pangan dari luar daerah selama ini menjadi persoalan klasik.
Harga yang fluktuatif, distribusi yang tidak stabil, hingga lemahnya produksi lokal menjadi tantangan yang terus berulang.
Namun di tengah kondisi tersebut, lahir sebuah pendekatan baru yang tidak hanya berorientasi produksi, tetapi juga perubahan sistem.
Inisiatif itu adalah Kebun Jane, sebuah model pertanian berbasis ekosistem yang terletak di wilayah perbatasan Belu, yang digagas oleh Jane Natalia Suryanto.
Dalam wawancara, Rabu (1/4/2026), Jane mengatakan upaya melawan ketergantungan pangan bukan sekadar jargon. Hal ini berangkat dari realitas yang diamati langsung olehnya di lapangan.
Ia melihat bagaimana harga komoditas pangan di NTT kerap melonjak, sementara kebutuhan justru dipenuhi dari luar daerah seperti Jawa dan Sulawesi.
“Kenapa kita tidak bisa produksi sendiri? Kenapa kita hanya jadi pasar?” ungkap perempuan kelahiran Karawang, 30 Desember 1982 itu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












