Melawan Ketergantungan Pangan, Kebun Jane Ubah Wajah Pertanian NTT

GridArt 20260402 131922539

Model ini bukan hanya efisien, tetapi juga menekan biaya produksi dan menjaga keberlanjutan.

Meski membawa teknologi, Kebun Jane tidak memutus peran petani lokal. Sebaliknya, teknologi diperkenalkan secara bertahap agar mudah diadaptasi.

“Kita bukan kebun biasa, tapi kebun inovasi. Harus produksi, harus untung,” tegasnya.

Pendekatan ini menjawab dua hal sekaligus yakni meningkatkan produktivitas dan tetap menjaga keterlibatan masyarakat.

Sejak panen perdana Oktober 2025, Kebun Jane menunjukkan konsistensi produksi tanpa putus.

Beberapa capaian konkret seperti Cabai hingga 500 kg per minggu, Pisang Cavendish mencapai 30–32 kg per tandan (di atas rata-rata nasional), Tomat menjadi komoditas utama dengan permintaan tinggi

Ini menjadi bukti bahwa produksi lokal tidak hanya mungkin, tetapi juga kompetitif.

Lebih jauh, Kebun Jane tidak berhenti pada produksi. Ia membangun skema ekonomi yang menjaga perputaran uang tetap di daerah.

Konsepnya jelas yakni Investasi masuk ke NTT, Produksi dilakukan di NTT, Produk dijual ke luar (termasuk Timor Leste), Uang kembali ke NTT

Exit mobile version