Kesaksian Haru Dua Pejuang Eks Timor Timur: Akhirnya Memiliki Rumah Sendiri

file 00000000c9648211837c3372c5bfbd3c

Selama ini, Dinche masih tinggal di rumah peninggalan orang tuanya di Camplong II.

Karena itu, rumah baru di Kompleks Perumahan 2100 memiliki arti tersendiri baginya.

Ia bahkan sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mulai menata rumah. Setelah menerima kunci, ia berencana memasang kain pintu sekaligus kembali membersihkan bagian dalam rumah.

Menurut Dinche, kondisi rumah yang diterimanya sangat baik.

“Rumahnya sangat bagus dan sangat memuaskan. Bersih dan rapi,” katanya.

Rumah tersebut memiliki dua kamar dan sejumlah fasilitas dasar yang menurutnya sudah cukup mendukung kebutuhan keluarganya.

Rumah Menjadi Aset untuk Masa Depan Anak

Bagi Dinche, rumah baru bukan hanya tempat untuk berlindung. Ia melihatnya sebagai aset yang dapat menjadi pijakan bagi keluarganya untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Ia sudah memikirkan bagaimana rumah tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha bagi anaknya yang telah beranjak dewasa.

“Ke depan mungkin kami bisa membuat usaha untuk anak, seperti membuka bengkel kecil-kecilan atau menjual BBM secara eceran,” ujarnya.

Exit mobile version