Usman mengaku bersyukur karena aspirasi petani tersebut mendapat respons cepat.
Ia secara khusus mengapresiasi Plh Kepala BWS Nusa Tenggara II, Frengki Welkis yang dinilainya langsung bergerak menangani persoalan tersebut hingga alat berat dikerahkan ke lokasi.
“Saya sangat bersyukur dengan tindakan cepat dari BBWS. Tengah malam pun alat sudah sampai di Linamnutu. Itu tidak mudah,” ujar Usman saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026).
Bagi Usman, respons tersebut menunjukkan bahwa persoalan irigasi tidak cukup hanya diselesaikan dari sisi administrasi, tetapi membutuhkan pejabat teknis yang memahami kondisi lapangan dan dapat mengambil tindakan dengan cepat.
Tak Cukup Hanya Tangani Sedimentasi
Meski mengapresiasi langkah cepat BBWS NT II, Usman menilai persoalan Linamnutu tidak berhenti pada sedimentasi.
Dari kondisi yang dilihat di lapangan, terdapat sejumlah bagian jaringan irigasi yang mengalami kerusakan, termasuk saluran yang retak dan pecah.
Kerusakan tersebut menyebabkan air yang seharusnya dialirkan ke areal persawahan justru banyak terbuang sebelum sampai ke lahan petani.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
