Dalam Sambutan Menteri PU yang dibacakan oleh Kepala Balai P2JK NTT menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari besarnya anggaran, jumlah proyek, panjang jalan yang dibangun maupun jumlah infrastruktur yang berhasil diselesaikan.
Ukuran keberhasilan pembangunan, menurutnya, adalah seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Karena itu, seluruh jajaran Kementerian PU dituntut untuk memastikan setiap pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat. Pembangunan harus berorientasi pada manfaat, kualitas, efisiensi, integritas dan keberlanjutan.
Pesan Menteri PU tersebut menjadi semakin penting ketika dikaitkan dengan kondisi masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak gempa.
Dalam situasi bencana, infrastruktur memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar sarana pendukung aktivitas masyarakat.
Jalan menjadi jalur utama untuk mengirimkan bantuan dan menghubungkan wilayah terdampak. Jembatan menjadi penghubung bagi masyarakat maupun petugas yang melakukan penanganan darurat. Sementara jaringan air bersih dan fasilitas publik menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
