“Kita berharap kampus ini sebagai kampus yang global harus merespons dengan penataan kawasannya. Bisa menggambarkan kampus-kampus besar yang kawasan dan fasilitasnya tertata,” katanya.
Penataan tersebut nantinya juga mencakup penerangan kawasan melalui pembangunan atau penataan Penerangan Jalan Umum (PJU).
PJU diperlukan agar seluruh kawasan kampus mendapatkan pencahayaan yang memadai, terutama pada lokasi yang selama ini masih minim penerangan.
“PJU juga akan kita kerjakan. Kita akan tetap lakukan penataan PJU supaya semuanya terang. Ada yang jaraknya dekat, ada yang jauh, ada yang gelap. Kita tidak ingin ada lagi kawasan yang tidak mendapatkan penerangan,” jelasnya.
Untuk sumber energi PJU, Arienci mengatakan pihaknya memilih menggunakan listrik PLN, bukan solar cell.
Menurutnya, penggunaan solar cell memiliki sejumlah kendala, antara lain risiko kehilangan atau pencurian serta persoalan pemeliharaan.
“Tidak, kita pakai PLN. Kalau solar cell, kita pernah mengalami kendala, seperti dicuri atau hilang dan pemeliharaannya juga sulit. Jadi kita pakai PLN,” pungkasnya.(Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
