Raymond menegaskan bahwa pengendalian mutu menjadi prioritas utama selama pelaksanaan pekerjaan. Pengawasan dilakukan secara bersama-sama oleh pihak penyedia jasa, konsultan supervisi, laboratorium teknik, serta unsur BPJN NTT.
“Pengendalian mutu menjadi prioritas kami. Semua pihak terlibat dalam pengawasan sehingga kualitas pekerjaan dapat terjaga dengan baik,” katanya.
Setelah PHO dilaksanakan, proyek tersebut akan memasuki masa pemeliharaan selama satu tahun sebelum nantinya diserahkan kepada pemerintah daerah.
Keberadaan ruas Jalan Wolokela–Late disambut positif oleh masyarakat setempat.
Marsel, salah seorang warga, mengaku pembangunan jalan tersebut membuka akses baru menuju wilayah Late dan memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan lahan pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Ini seperti jalan baru bagi masyarakat. Dengan akses yang terbuka, lahan-lahan yang selama ini terbengkalai bisa dikembangkan menjadi sentra pertanian. Harapan kami jalan ini bisa diteruskan sampai ke Rumah Sakit Late sehingga akses menuju Bajawa menjadi lebih mudah,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
