“Talutnya sudah terkorek. Batunya keluar dari dalam, akhirnya terjadi penurunan level dan patah di bagian trestle dan causeway,” jelas Simon.

Ia menegaskan telah meminta pemerintah daerah untuk mengimbau masyarakat agar menghentikan penggalian material di sekitar dermaga guna mencegah kerusakan lanjutan.
Dermaga Kolbano dibangun pada periode 2012–2016 oleh UPP Ba’a, Rote, sebelum pengelolaannya diserahterimakan kepada KSOP Kupang pada 2016.
Proyek strategis yang menghadap Samudra Hindia ini awalnya dirancang untuk meningkatkan konektivitas laut dan membuka peluang perdagangan internasional, termasuk ke Australia.
Pembangunan dermaga dibiayai melalui APBN 2012–2015 dengan total anggaran sekitar Rp106 miliar.
Namun dermaga tersebut sempat ambruk diterjang gelombang tinggi akibat Badai Seroja.
Saat ini, penyusunan DED tengah berjalan dan ditargetkan selesai tahun ini. Setelah dokumen tersebut rampung, kebutuhan anggaran final baru dapat dihitung secara detail.
Meski demikian, KSOP Kupang telah mengusulkan anggaran awal sekitar Rp20 miliar untuk dimasukkan dalam perencanaan tahun 2027.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












