Sementara ekskavator kecil bertambah dari satu menjadi tiga unit, sedangkan ekskavator besar meningkat dari dua menjadi tiga unit. Selain itu, kapasitas produksi beton juga diperkuat melalui penambahan batching plant kecil di lokasi proyek.
“Kita terus lakukan percepatan dengan penambahan alat dan tenaga kerja supaya target bisa tercapai,” katanya.
Hingga akhir Mei 2026, progres pekerjaan ditargetkan menembus angka 75 persen.
Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada pekerjaan finishing seperti pemasangan furnitur, mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP), hingga instalasi genset.
Sebagian material furnitur bahkan disebut telah tiba di Kupang dan sedang dalam proses distribusi menuju lokasi proyek.
Meski demikian, proyek sempat menghadapi kendala cuaca dalam beberapa hari terakhir akibat hujan yang menghambat pekerjaan pemasangan baja dan penutupan atap.
Demi menjaga keselamatan pekerja, aktivitas pada pekerjaan struktur atas dihentikan sementara saat hujan turun.
Untuk memastikan keselamatan kerja tetap terjaga di tengah percepatan proyek, pihak kontraktor juga menerapkan pemeriksaan kesehatan rutin bagi pekerja, terutama yang bekerja pada ketinggian dan shift malam.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
