Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemasangan matras tersebut tidak hanya bertujuan untuk menstabilkan lereng dan mengendalikan erosi, tetapi juga mendukung pemulihan vegetasi alami.
Setelah konstruksi terpasang, dilakukan penanaman kembali dengan jenis tanaman yang direkomendasikan oleh Balai Pengelola Taman Nasional Manupeu Tana Daru.
“Karena lokasi pekerjaan berada dalam kawasan taman nasional, setiap tahapan harus melalui izin resmi dan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Taman Nasional,” jelasnya.
Menurut Sylvia, jika tidak ada kendala di lapangan, pekerjaan penanganan longsoran ini diperkirakan segera rampung dalam waktu dekat.
Penanganan longsoran sendiri menjadi salah satu pekerjaan utama dalam paket preservasi jalan nasional tersebut, di samping pekerjaan pengaspalan, pemeliharaan rutin, dan holding.
Proyek Preservasi Jalan Nasional Waikabubak–Batas Kabupaten Sumba Timur dikerjakan oleh PT Mitra Waikabubak selaku kontraktor pelaksana.
Paket preservasi jalan nasional Waikabubak -Batas Kabupaten Sumba Timur dengan nilai kontrak Rp.11.9 miliar dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2025.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
