“Kemarin pengiriman bersamaan dengan WF ukuran 6 meter. Tapi untuk yang 12 meter, truk biasa tidak sanggup karena hanya muat sampai 8 meter. Akhirnya harus menggunakan armada kontainer,” katanya.
Workshop yang dibangun memiliki ukuran sekitar 20 x 45 meter dengan konstruksi utama menggunakan baja WF. Agus memastikan pengerjaan dilakukan oleh tenaga berpengalaman agar struktur bangunan tetap presisi dan aman.
“Ini pekerjaan baja besar, jadi harus dikerjakan tukang yang memang berpengalaman. Ukurannya harus sistematis dan presisi supaya aman,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, sebagian besar material sudah berada di lokasi dan pekerjaan akan terus dilanjutkan begitu material utama tiba.
“Kalau WF 12 meter sudah datang, pekerjaan langsung lanjut terus karena material lainnya sudah on-site semua,” tambahnya.
Workshop tersebut dibangun khusus untuk mendukung operasional dan perawatan alat berat milik BBWS NT II.
Kehadiran fasilitas Workshop yang diinisiasi oleh Satker Operasional dan Pemeliharaan (OP) SDA BBWS NT II ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemeliharaan alat berat dalam mendukung berbagai pekerjaan infrastruktur sumber daya air di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












