“Tim reaksi cepat Kementerian PU juga disiagakan di lokasi bencana untuk memantau kondisi terkini, melakukan identifikasi dampak kerusakan sarana dan prasarana, serta menyiapkan kebutuhan tambahan seperti alat berat dan material untuk penanganan banjir,” ungkap Wamen Diana.
Pemerintah pusat, lanjut Diana, memastikan bahwa pemulihan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih dan kembali normal.
Data sementara yang dihimpun mencatat bahwa bencana banjir bandang telah melanda lima desa di Kabupaten Nagekeo, yaitu Desa Lokalaba, Sawu, Lodaolo, Woewolo, dan Ua. Akibat bencana tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang luka-luka, dan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Selain hilangnya nyawa dan kerusakan infrastruktur, banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada fasilitas lainnya:
Empat rumah hanyut terbawa arus banjir.
* Dua jembatan di Desa Sawu rusak parah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
