“Penanganan tidak terfokus pada satu titik, tetapi tersebar di beberapa lokasi yang memang membutuhkan perbaikan,” jelasnya.
Proyek ini ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026 dan saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan.
Di sisi lain, tantangan geografis dan faktor cuaca menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan pekerjaan. Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Manggarai Barat berpotensi memicu longsor di sejumlah titik rawan.
“Jika hujan terus-menerus, potensi longsor cukup tinggi. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan secara intensif di lapangan,” tambahnya.
Parsaroan menegaskan, preservasi jalan nasional bukan hanya kegiatan pemeliharaan rutin, melainkan bagian dari strategi untuk memastikan keberlanjutan infrastruktur jalan dalam jangka panjang.
Upaya ini penting guna menjaga konektivitas antarwilayah, menekan biaya perbaikan besar di masa depan, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Preservasi yang dilakukan secara berkelanjutan akan menjaga umur layanan jalan tetap optimal, sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu dan distribusi logistik tetap lancar,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
