Victor menjelaskan, pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp38 miliar dengan volume pekerjaan mencapai 8,35 kilometer.
Sementara pada 2026, terdapat tambahan anggaran sekitar Rp4 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendukung kelanjutan pekerjaan pada ruas tersebut.

Dengan dukungan anggaran tersebut, pekerjaan terus digenjot hingga progres fisik saat ini mencapai sekitar 85 persen.
Victor optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Oktober 2026.
“Kami optimis bulan Oktober pekerjaan akan rampung dengan mengutamakan kualitas pekerjaan konstruksi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Menurutnya, percepatan pekerjaan tidak boleh mengesampingkan mutu. Setiap pekerjaan tetap harus memenuhi ketentuan teknis agar jalan yang dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Peningkatan ruas Jalan Simpang Hokeng–Simpang Pululera bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas masyarakat di Flores Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














