“Prioritas kedua itu irigasi, karena kemarin sedang musim tanam kedua. Bagaimana caranya air harus tetap jalan sampai ke sawah,” jelas Fabian.
Ia mencontohkan kondisi di salah satu jaringan irigasi Waececu, yang sebelumnya mengalami longsor pada bagian saluran.
Untuk menjaga agar aliran air tetap berjalan, BBWS NT II sebelumnya melakukan penanganan sementara dengan membuat struktur pendukung menggunakan material yang tersedia di lapangan.
“Di saluran primer sampai ke hilirnya longsor semua. Akhirnya kita bikin struktur dulu menggunakan bambu dan material lainnya, yang penting menjadi rangka, kemudian ditutup dengan terpal. Akhirnya air masih bisa mengalir,” ungkapnya.
Status Tanggap Darurat Masih Berjalan
Terkait status tanggap darurat pascagempa Flores, Fabian mengatakan masa tanggap darurat belum berakhir.
Menurutnya, status tersebut pertama kali diberlakukan sejak 15 Agustus 2026 dan secara normal berlaku selama 14 hari. Namun, status tanggap darurat tersebut telah diperpanjang sebanyak dua kali melalui surat keputusan, sehingga secara keseluruhan telah diterbitkan tiga kali surat tanggap darurat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
