“Sudah teridentifikasi bagian mana saja yang rusak, infrastruktur apa yang rusak. Semuanya sudah terakumulasi. Nanti dikembalikan ke masing-masing,” jelasnya.
Fabian menegaskan, angka anggaran yang telah dihitung sementara belum dapat dipublikasikan karena masih memungkinkan mengalami perubahan.
“Angkanya sudah ada, Pak, tetapi belum usah disebutkan karena masih berubah-ubah. Baru saja disesuaikan lagi,” ujarnya.
Air Baku dan Irigasi Jadi Prioritas
Dalam penanganan pascagempa, BBWS NT II menempatkan air baku dan irigasi sebagai salah satu prioritas utama.
Fabian menjelaskan, air baku menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Sementara irigasi menjadi perhatian penting karena saat ini berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan pertanian dan musim tanam.
“Kalau kemarin yang masuk tanggap darurat, ada dua yang utama, khususnya air baku dan irigasi,” katanya.
Menurut dia, kebutuhan air baku harus segera dipastikan karena menyangkut kebutuhan dasar manusia. Sedangkan pada sektor irigasi, jaringan air harus tetap berfungsi agar pasokan air dapat sampai ke lahan pertanian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
