Yasir mengungkapkan, pembangunan pengaman pantai dilakukan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan menggunakan konstruksi batu berukuran besar sebagai struktur pelindung pantai.
Konstruksi tersebut dirancang untuk membantu meredam energi gelombang sekaligus mengurangi pengikisan garis pantai yang berpotensi mengancam daratan dan fasilitas di kawasan pesisir.
Keberadaan infrastruktur pengaman pantai ini diharapkan memberikan perlindungan lebih baik terhadap kawasan pesisir Nangaroro, terutama ketika terjadi gelombang tinggi dan kondisi cuaca ekstrem.
Yasir optimistis, dengan capaian progres yang telah melampaui 80 persen, kedua proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target pada akhir tahun 2026.
Usulan Penanganan Sungai dan Pantai Pasca-bencana Flores Masih Menunggu Kepastian
Dalam kesempatan yang sama, Yasir juga menyinggung rencana penanganan infrastruktur sungai dan pantai di sejumlah wilayah NTT untuk tahun anggaran berikutnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah usulan penanganan yang telah disampaikan, termasuk kebutuhan infrastruktur pengaman sungai dan pantai di wilayah Flores menyusul bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
