“Bagi kami, tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Sharing session ini bukan sekadar edukasi rutin, melainkan forum dialog untuk mendengar kendala rekan-rekan TKBM di lapangan” katanya
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja yang datang ke terminal dalam keadaan sehat, harus pulang ke rumah dalam keadaan selamat dan tanpa kurang satu apa pun,” tambahnya, Jumat (24/04).
Ia menambahkan bahwa sinergi antara manajemen terminal dan TKBM adalah kunci utama untuk mencapai target Zero Accident (Nol Kecelakaan Kerja) demi kelancaran arus logistik di TPK Kupang.
Oriaser Metboki, salah satu anggota TKBM menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dialog dua arah ini.
Dengan adanya kegiatan ini tak hanya membangun kesadaran personal akan pentingnya menjaga diri di setiap tahapan pekerjaan, pendekatan yang komunikatif dan relevan dengan kondisi di lapangan membuat materi lebih mudah dipahami dan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas bongkar muat sehari-hari.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kegiatan seperti ini. Terkadang di lapangan, karena mengejar ritme kerja yang cepat, kami bisa saja lalai. Namun dengan adanya sharing session ini, kami diingatkan kembali bahwa keluarga menunggu di rumah,” imbuhnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
