Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi NTT. Wakil Gubernur Johni Asadoma mengapresiasi peran Swasti Sari dalam menopang ekonomi masyarakat.
“Koperasi harus terus menjadi sokoguru ekonomi daerah dan bersinergi membangun NTT yang lebih maju dan sejahtera.”
Menariknya, Wagub juga mengungkap kedekatan personalnya sebagai anggota koperasi tersebut—sebuah cerminan kuatnya kepercayaan publik terhadap lembaga berbasis anggota ini.
Sementara itu, Ketua Pengurus Lambertus Ara Tukan memaparkan capaian koperasi yang kini memasuki usia 38 tahun.
Hingga Tahun Buku 2025, Swasti Sari telah melayani sekitar 217 ribu anggota di enam provinsi, dengan total aset mencapai Rp1,24 triliun dan SHU sekitar Rp15,78 miliar..
Dari sisi tata kelola, koperasi ini mencatatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari audit independen serta predikat “sehat”.
Capaian tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan besar tetap diiringi pengelolaan yang disiplin dan profesional.
Namun, Lambertus mengingatkan, kekuatan koperasi tidak semata pada angka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












