Selama beberapa tahun terakhir, Bank NTT tidak mendapatkan kuota penyaluran KUR akibat tingginya NPL yang disebabkan oleh penyaluran kredit yang kurang hati-hati di masa lalu. Namun, setelah pertemuan tersebut, Bank NTT berharap Kementerian Perekonomian akan kembali membuka kuota KUR bagi Bank NTT, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT melalui sektor UMKM.
Ferry Irawan, Deputi 1 Kementerian Perekonomian, yang telah beberapa kali mengunjungi NTT, mengakui potensi luar biasa UMKM di provinsi tersebut. Dalam pertemuan tersebut, ia memberikan sejumlah solusi strategis untuk membantu Bank NTT mengatasi permasalahan Non-Performing Loan (NPL).
Solusi yang ditawarkan meliputi penghapusan buku piutang macet dengan izin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perbaikan kelembagaan Bank NTT, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan daya saing bank dalam menyalurkan kredit.
Lebih lanjut, Irawan merekomendasikan adanya koordinasi intensif antara Bank NTT, tim teknis Kementerian Perekonomian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pemantauan secara langsung terhadap penurunan angka NPL. Pemantauan yang ketat ini diharapkan dapat memastikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para pelaku UMKM di NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
