Menurutnya, kerja sama regional seperti ini akan membuat ekonomi Nusa Tenggara–Bali semakin terhubung dan saling menguatkan.
Dalam forum tersebut, Gubernur Melki kembali menekankan bahwa hilirisasi dan industrialisasi harus menjadi fondasi ekonomi daerah.
Melalui program One Village One Product, One Community One Product, hingga One School One Product, pemerintah ingin potensi lokal—baik peternakan, pertanian, perikanan, maupun kakao—diolah lebih kreatif agar punya nilai tambah lebih tinggi.
“Kalau hilirisasi berjalan, industrinya pasti menyusul,” tegasnya.
“NTT punya sumber daya lengkap. Kita hanya perlu mendorong kreativitas dan memastikan rantai pasoknya kuat.”tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, BI, swasta, akademisi, hingga masyarakat—untuk memperkuat kolaborasi.
Menurutnya, investasi, UMKM yang tangguh, digitalisasi ekonomi, dan stabilitas makro akan menjadi pilar penting agar transformasi ekonomi berjalan nyata.
Gubernur Melki menutup paparannya dengan ajakan memperkuat sinergi. Ia yakin, dengan kerja bersama, NTT bisa membuka lebih banyak peluang dan menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh wilayah.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
