<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Badan Geologi &#8211; TV Berita Kota</title>
	<atom:link href="https://tv-beritakota.com/tag/badan-geologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tv-beritakota.com</link>
	<description>Berbagi Kabar Tanpa Batas</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Nov 2024 13:03:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://tv-beritakota.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250715_170545-100x100.png</url>
	<title>Badan Geologi &#8211; TV Berita Kota</title>
	<link>https://tv-beritakota.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Beberapa Gunung Api Alami Peningkatan Aktivitas Vulkanik, Badan Geologi Minta Masyarakat Tetap Waspada</title>
		<link>https://tv-beritakota.com/regional/beberapa-gunung-api-alami-peningkatan-aktivitas-vulkanik-badan-geologi-minta-masyarakat-tetap-waspada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TV-BeritaKota.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 13:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana erupsi Gunung Lewotobi]]></category>
		<category><![CDATA[Flores Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tv-beritakota.com/?p=946</guid>

					<description><![CDATA[tv-beritakota.com &#8211; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>tv-beritakota.com</strong> &#8211; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan beberapa gunung api di Indonesia mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.</p>
<p>Untuk itu, Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.</p>
<p>Salah satunya Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur. Gunung api tersebut mengalami tiga kali erupsi hingga pukul 08.37 WITA pada Kamis (7/11). Erupsi pertama tercatat terjadi pukul 06.25 WITA, diikuti erupsi kedua pada pukul 06.32 WITA, dan terakhir pukul 08.53 WITA.</p>
<p>&#8220;Erupsi terakhir terjadi pukul 08.53 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.500 meter di atas puncak atau 4.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya. Aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 2 menit 33 detik,&#8221; kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid di Bandung, Kamis (7/11).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Badan Geologi Rekomendasi Evakuasi Masyarakat dalam Radius 7 Km dari Kawah Gunung Lewotobi</title>
		<link>https://tv-beritakota.com/tak-berkategori/badan-geologi-rekomendasi-evakuasi-masyarakat-dalam-radius-7-km-dari-kawah-gunung-lewotobi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TV-BeritaKota.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 13:38:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi warga terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tv-beritakota.com/?p=922</guid>

					<description><![CDATA[tv-beritakota.com &#8211; Setelah status Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="center">
<p dir="ltr" style="text-align: left;">tv-beritakota.com &#8211; Setelah status Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dinaikkan menjadi Level III (AWAS), Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid meminta warga terdampak erupsi agar dievakuasi ke luar radius aman 7 kilometer dari kawah.</p>
</div>
<div align="center">
<p dir="ltr" style="text-align: left;">&#8220;Kami sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk menyediakan kantong-kantong pengungsian. Berdasarkan referensi kami, lokasi-lokasi pengungsian ini harus berada lebih dari 7 km dari puncak. Sehingga, jika terjadi letusan kembali, para pengungsi tidak akan terdampak,&#8221; ujar Wafid dalam konferensi pers di Bandung, Senin (4/11).</p>
<p dir="ltr" style="text-align: left;">Selain penyediaan kantong pengungsian yang aman, lanjut Wafid, perlu juga segera diidentifikasi kebutuhan-kebutuhan pengungsi, termasuk ketersediaan air bersih.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: left;">Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin, 4 November 2024 pukul 08.40, menunjukkan bahwa beberapa desa telah diungsikan. Di Kecamatan Mulang Gitang, ada 6 desa yang terdampak, yakni Desa Pululera, Desa Nawakwote, Desa Hokingjaya, Desa Klatanlo, Desa Boru, dan Desa Borukedang. Di Kecamatan Ilebura, terdapat satu desa yang terdampak, yaitu Desa Duli Pali. Hingga saat ini, dilaporkan ada sembilan korban meninggal dunia, meskipun masih dalam proses konfirmasi lebih lanjut.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: left;">Total warga terdampak mencapai 10.295 jiwa atau 2.734 kepala keluarga (KK). Di Kecamatan Mulang Gitang, terdapat 2.527 KK atau 9.479 jiwa yang terdampak, sementara di Kecamatan Ilebura terdampak 207 KK atau 816 jiwa. Penanganan darurat oleh instansi terkait, termasuk BPBD, telah dilakukan untuk mengurus pengungsian, perlindungan, logistik, dan kesehatan warga.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: left;">Mengenai kronologi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Wafid menjelaskan bahwa pada 3 November 2024 pukul 23.57 WITA, terjadi erupsi dengan kolom asap yang tidak teramati. Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 24 menit 10 detik. &#8220;Akibat erupsi ini, material pijar menyebar hingga menyebabkan kebakaran di pemukiman warga. Erupsi lanjutan terjadi pada pukul 01.34 dan 02.24 WITA dengan kekuatan yang lebih kecil dibanding erupsi pertama,&#8221; jelasnya.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: left;">Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi rata-rata 6-8 kali setiap hari. Namun, aktivitas gempa erupsi terakhir tercatat pada 1 November 2024, dan setelahnya belum ada erupsi. Fenomena ini mengindikasikan adanya sumbatan yang menghambat material vulkanik untuk keluar, yang dapat meningkatkan potensi terjadinya erupsi lebih besar dari periode sebelumnya.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: left;">Wafid mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan pemerintah daerah dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga terdampak hujan abu diharapkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: left;">Gunung Lewotobi Laki-laki adalah satu dari dua gunung api kembar yang berada di bagian tenggara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung api stratovulkanik ini memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut dan masih aktif.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: left;">Pasca erupsi ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki dinaikkan dari Level III (SIAGA) menjadi Level IV (AWAS) sejak 3 November 2024 pukul 24.00 WITA. Tingkat aktivitas gunung akan dievaluasi secara berkala, terutama jika terjadi perubahan signifikan. (*/Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
